SOLO, 5 Februari 2026 – Di tengah fakta bahwa Indonesia memiliki 65 juta unit UMKM namun mayoritas masih mengalami stagnasi atau bahkan tutup dalam 5 tahun pertama, Sofdoh Group mengambil langkah nyata untuk memberdayakan pelaku usaha melalui peluncuran Sofdohian Academy Batch 1. Acara perdana yang bertajuk "Scaling Up Your Business: Strategi Jitu UMKM Naik Kelas" ini diselenggarakan pada hari Kamis, 5 Februari 2026, bertempat di Sofdoh Supomo (Lt. 2), Solo. Seminar ini diadakan secara Pro Bono (Gratis) sebagai wujud kepedulian sosial perusahaan untuk berbagi ilmu praktis kepada sesama pelaku usaha. Dari Pengalaman Nyata, Bukan Sekadar Teori Pemateri utama dalam acara ini adalah Parikesit, Direktur Sofdoh Group. Dalam sesinya, Parikesit menekankan bahwa materi yang disampaikan bukanlah teori akademis semata atau janji motivasi kosong, melainkan pembelajaran nyata dari perjalanan Sofdoh. "Sofdoh dimulai sebagai UMKM kecil yang pernah kesulitan mengatur gaji dan supplier. Kami pernah melalui fase yang sama seperti bisnis peserta sekarang," ujar Parikesit. Ia menambahkan bahwa UMKM bukanlah kategori bisnis yang permanen, melainkan fase awal menuju perusahaan besar, seperti halnya Boeing yang dimulai dari garasi kayu atau L'Oréal dari apartemen sempit. Definisi "Naik Kelas": Menembus Angka 4,8 Miliar Salah satu sorotan utama dalam seminar ini adalah penetapan standar konkret "UMKM Naik Kelas", yaitu mencapai omzet Rp 4,8 Miliar per tahun atau setara Rp 400 Juta per bulan. Menurut Parikesit, angka ini krusial untuk membangun fondasi bisnis yang kuat, yang meliputi: Tim Solid: Mampu menggaji tim profesional, bukan pekerja serabutan. Gaji Owner: Pemilik bisnis harus mendapatkan gaji layak dan memisahkan keuangan pribadi. Sistem & Teknologi: Investasi agar operasional tidak terus-menerus manual. Ekspansi: Memiliki laba ditahan yang cukup untuk membuka cabang baru. 4 Pilar Utama Scaling Up Sofdohian Academy membedah empat pilar utama agar UMKM dapat melakukan scaling up, yaitu: Produk Benar (Formula S.O.R): Produk harus Scalable (bisa diperbanyak tanpa membuat owner tumbang), One for All (standar dan efisien), serta Reachable (harga masuk akal untuk mayoritas pasar). Marketing Jalan: Mengubah pola pikir bahwa marketing bukan biaya, melainkan investasi. Bisnis disarankan mengalokasikan 5-10% dari revenue secara konsisten untuk mendatangkan leads. Keuangan Rapi: Disiplin memisahkan rekening bisnis dan pribadi, serta memantau Cash Flow dan Laporan Laba Rugi (P&L) setiap bulan. Owner Tahan Banting: Memiliki mindset growth, terus belajar, dan membangun tim agar bisnis tidak menjadi one-man show. Semangat Berbagi dan Dampak Sosial Penyelenggaraan acara ini didasari oleh semangat "Pro Bono", di mana Sofdoh ingin berbagi kebaikan karena pernah dibantu di masa-masa sulit. Lebih jauh, Sofdoh Group juga memperkenalkan Yayasan Madina Madani Indonesia, wadah sosial perusahaan yang fokus pada bantuan biaya pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan bantuan sosial. "Bisnis bukan cuma cari uang. Bisnis yang kuat adalah bisnis yang memberi manfaat," tegas Parikesit menutup sesi. Acara ini diharapkan dapat menjadi ruang belajar bersama dan membangun komunitas yang saling mendukung agar lebih banyak UMKM di Indonesia yang berhasil "naik kelas". Tentang Sofdoh Sofdoh adalah perusahaan F&B yang berfokus pada produk soft sourdough. Berawal dari usaha kecil, Sofdoh kini telah berkembang melayani ribuan klien dan terus berekspansi. Melalui Sofdohian Academy, Sofdoh berkomitmen untuk mencetak pengusaha-pengusaha tangguh yang siap menghadapi tantangan global.